Sabtu, 19 Maret 2016

SPECIAL FOR SATNIGHT

Terkadang aku merasa hidup ini tak adil. Lalu bagaimana dengan dia?
Yah..... kenapa? Karena aku mencintai orang yang tidak akan pernah bisa mencintaiku. Aku mencintai orang yang tidak akan mungkin memilihku sebagai pilihan pertama. Miris memang.

Aku selalu menunggu dan mengharapkanmu, walaupun aku tahu, itu semua hanya akan berakhir sia-sia. Aku tahu, menunggumu adalah sebuah kata yang tidak mungkin, bahkan mengharapkanmu juga sebuah kata yang tidak mungkin. Kenapa? Karena memilikimu hanyalah sebatas mimpi.

Aku selalu ada, walaupun kamu gak tahu jika aku selalu ada untukmu. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu, kamu terlalu sibuk dengannya, hingga... kamu tak sadar jika sebenarnya ada seseorang yang menahan rasa sesak yang datang. Yah... dia adalah AKU.

Namun, dengan bodohnya aku tetap bertahan, walaupun aku tahu ini semua hanya akan menyiksaku. Tidakkah kamu bisa melihatku? Aku selalu berjuang, agar aku pantas berada di sisimu. Namun apa yang aku dapat? Selalu saja hantaman pada hatiku. 

Aku tahu, aku dan kamu memang bukan takdir. Aku yang memaksakan diri, aku yang memaksakan perasaan, aku yang memaksakan segalanya.
Kenapa aku melakukannya? Karena aku percaya, dengan usaha dan doa terkadang takdir dapat terubah.

Kamu tahu? Aku selalu berjuang untuk berada di sisimu. Aku rela melakukan apapun untuk tetap berada di sampingmu. Tetapi kenapa kamu tak pernah mau berjuang bersamaku? Kenapa pada akhirnya hanya aku yang menginginkan KITA? Apakah jalan yang ku ambil ini sudah benar? Atau memang lebih baik aku menyerah saja?

Aku selalu belajar membencimu, namun pada akhirnya untuk selamanya, perasaan tidak akan bisa berbohong dan dibohongi. Ia selalu ada di sana, memintaku untuk memperjuangkannya.Tetapi apa yang ku dapat? Aku hanya selalu mencoba untuk melukai hatiku. Terkadang, aku memilih menjadi lupa, saat luka-luka ini sulit disembuhkan.


Walaupun kau selalu menyakitiku, aku selalu berusaha kuat. Tetapi ketahuilah, akan ada masa di mana aku tak mampu lagi bertahan berpura-pura semuanya baik-baik saja.

Tuhan... jika cinta datang pada waktu yang salah, apakah dia bisa tumbuh disaat takdir tak sejalan dengan hati?

Ketahuilah, cinta tidak selalu menyayangi. Ada jenis cinta yang mampu membuat seseorang tersakiti sesakit yang pernah ia rasakan. CINTA YANG TAK TERBALASKAN.

Senin, 01 Februari 2016

Siti Aisyah r.a.



RIWAYAT HIDUP SITI AISYAH
Siti Aisyah memiliki gelar ash-Shiddiqah, sering dipanggil dengan Ummu Mukminin, dan nama keluarganya adalah Ummu Abdullah. Kadang-kadang ia juga dijuluki Humaira’. Namun Rasulullah sering memanggilnya Binti ash-Shiddiq. Ayah Aisyah bernama Abdullah, dijuluki dengan Abu Bakar. Ia terkenal dengan gelar ash-Shiddiq. Ibunya bernama Ummu Ruman. Ia berasal dari suku Quraisy kabilah Taimi di pihak ayahnya dan dari kabilah Kinanah di pihak ibu.
Sementara itu, garis keturunan Siti Aisyah dari pihak ayahnya adalah Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Umar bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Fahr bin Malik. Sedangkan dari pihak ibu adalah Aisyah binti Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abd Syams bin Itab bin Adzinah bin Sabi’ bin Wahban bin Harits bin Ghanam bin Malik bin Kinanah.
Siti Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum hijrah, bertepatan dengan bulan Juli tahun 614 Masehi, yaitu akhir tahun ke-5 kenabian. Kala itu, tidak ada satu keluarga muslim pun yang menyamai keluarga Abu Bakar ash-Shiddiq dalam hal jihad dan pengorbanannya demi penyebaran agama Islam. Rumah Abu Bakar saat itu menjadi tempat yang penuh berkah, tempat makna tertinggi kemuliaan, kebahagiaan, kehormatan, dan kesucian, dimana cahaya mentari Islam pertama terpancar dengan terang.
Dari perkembangan fisik, Siti Aisyah termasuk perempuan yang sangat cepat tumbuh dan berkembang. Ketika menginjak usia sembilan atau sepuluh tahun, ia menjadi gemuk dan penampilannya kelihatan bagus, padahal saat masih kecil, ia sangat kurus. Dan ketika dewasa, tubuhnya semakin besar dan penuh berisi. Aisyah adalah wanita berkulit putih dan berparas elok dan cantik. Oleh karena itu, ia dikenal dengan julukan Humaira’ (yang pipinya kemerah-merahan). Ia juga perempuan yang manis, tubuhnya langsing, matanya besar, rambutnya keriting, dan wajahnya cerah.
Tanda-tanda ketinggian derajat dan kebahagiaan telah tampak sejak Siti Aisyah masih kecil pada perilaku dan grak-geriknya. Namun, seorang anak kecil tetaplah anak kecil, dia tetap suka bermain-main. Walau masih kecil, Aisyah tidak lupa tetap menjaga etika dan adab sopan santun ajaran Rasulullah di setiap kesempatan.
Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah merupakan perintah langsung dari Allah. Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, ” Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,’ Ini adalah istrimu.’ Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,’ Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana.”
Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuhberkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, ” Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a.”

Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah terjadi di Mekkah sebelum hjirah pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian. Ketika dinikahi Rasulullah, Siti Aisyah masih sangat belia. Di antara istri-istri yang beliau nikahi, hanyalah Aisyah yang masih dalam keadaan perawan. Aisyah menikah pada usia 6 tahun. Tujuan inti dari pernikahan dini ini adalah untuk memperkuat hubungan dan mempererat ikatan kekhalifahan dan kenabian. Pada waktu itu, cuaca panas yang biasa dialami bangsa Arab di negerinya menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak perempuan menjadi pesat di satu sisi. Di sisi lain, pada sosok pribadi yang menonjol, berbakat khusus, dan berpotensi luar biasa dalam mengembangkan kemampuan otak dan pikiran, pada tubuh mereka terdapat persiapan sempurna untuk tumbuh dan berkembang secara dini.
Pada waktu itu, karena Siti Aisyah masih gadis kecil, maka yang dilangsungkan baru akad nikah, sedangkan perkawinan akan dilangsungkan dua tahun kemudian. Selama itu pula beliau belum berkumpul dengan Aisyah. Bahkan beliau membiarkan Aisyah bermain-main dengan teman-temannya. Kemudian, ketika Aisyah berusaha 9 tahun, Rasulullah menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah. Dalam pernikahan itu, Rasulullah memberikan maskawin 500 dirham. Setelah pernikahan itu, Aisyah mulai memasuki rumah tangga Rasulullah.
Pernikahan seorang tokoh perempuan dunia tersebut dilangsungkan secara sederhana dan jauh dari hura-hura. Hal ini mengandung teladan yang baik dan contoh yang bagus bagi seluruh muslimah. Di dalamnya terkandung hikmah dan nasehat bagi mereka yang menganggap penikahan sebagai problem dewasa ini, yang hanya menjadi simbol kemubaziran dan hura-hura untuk menuruti hawa nafsu dan kehendak yang berlebihan.
         Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,’ Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaanRasulullah SAW.” Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, ‘Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)’.

        Di antara isteri-isteri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAWmeminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku.” Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, “Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi.” Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, “Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.

         Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam dirididalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, “Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, ‘Kami paranabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah.” Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkanhadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.
Dalam hidupnya yang penuh jihad, Siti Aisyah wafat dikarenakan sakit pada usia 66 tahun, bertepatan dengan bulan Ramadhan, tahun ke-58 Hijriah. Ia dimakamkan di Baqi’. Aisyah dimakamkan pada malam itu juga (malam Selasa tanggal 17 Ramadhan) setelah shalat witir. Ketika itu, Abu Hurairah datang lalu menshalati jenazah Aisyah, lalu orang-orang pun berkumpul, para penduduk yang tinggal di kawasan-kawasan atas pun turun dan datang melayat. Tidak ada seorang pun yang ketika itu meninggal dunia dilayat oleh sebegitu banyak orang melebihi pelayat kematian Aisyah.
Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.” (HR. Ahmad )

Minggu, 31 Januari 2016

Cerbung "Cinta yang Mendua"



Cinta yang Mendua
Karya : Elsa A.

            Di kota Jakarta terdapat sebuah sekolah yang bisa dikatakan Go Internasional, SMA High School. Di sekolah tersebut terjalinlah persahabatan antara siswanya, Bagas, Chindai, Gilang, Marsha, dan Rafli. Namun semuanya berubah setelah kedatangan Chelsea, yang menjadi awal renggangnya persahabatan mereka. Dalam perhabatan tersebut timbul pengkhianatan dari Bagas dan Chelsea yang telah mengkhianati Chindai. Bagas dan Chindai adalah sepasang kekasih sekaligus menjadi salah satu sahabatnya. Namun akhirnya harus berpisah.
Bagas          : “Assalamu’alaikum semuanya...............”. (Teriak Bagas saat memasuki kelasnya)
Sahabat       : “Waalaikum salam......”
Rafli            : “Cieeee.... tumben tuh datang sekolah pagi banget, happynya pakek banget lagi, gak kayak biasanya”
Bagas          : “Yeeee.... masalah gitu buat lo??”
Marsha       : “Yeee.... orang lagi serius, eh jawabnya gitu amat”. (Dengan tampan cemberut)
Bagas          : “Kok lo yang sewot sih Sha”
Chindai       : “Kayak gak tahu aja lo Gas!”
                               Marsha langsung memasang mimik wajah galak dengan tatapan tajam ke arah Chindai. Chindai yang melihat mimik wajah Marsha hanya bisa nyengir.
Sahabat       : “Heran gue!!!”
            Tiba-tiba mereka semua dikagetkan oleh kedatangan Gilang, sang ketua kelas yang juga mencintai seorang Chindai Rianti, yang merupakan kekasih dari Bagas Rahman.
Gilang         : “Assalamu’alaikum teman-teman”. (Datang dengan ngos-ngosan)
Sahabat       : “Waalaikum salam wr.wb.!! Lo kenapa Lang?? Kok datang kayak orang dikejar anjing sih??”
Gilang         : “Ada info baru guys!!”
Marsha       : “Apa.. apa..??” (Tanya Marsha dengan antusias)
Gilang         : “Tadi gue lewat depan ruang guru, gak sengaja gue denger katanya nanti ada siswa baru di kelas kita”. (Jawab Gilang yang masih ngos-ngosan)
Bagas          : “Cewek apa cowok?? Kalo cewek cantik kagak?”. (Tanya Bagas dengan bertubi-tubi)
Chindai         : “Bagas.......!!”. ( Teriak Chindai, Bagas hanya nyengir)
Sahabat       : “Hahahahahah.......”
Rafli            : “Makanya Gas jadi orang jangan playboy. Kayak gue dong setia”. (Jelas Rafli dengan pede)
Bagas          : “Emang lo punya pacar?? Hahaha...”. (Ledek Bagas)
Sahabat       : “Hahahahahaha...........”
Chindai         : “Makanya buruan tembak Marsha, ntar diambil orang loh. Hahaha”
            Marsha dan Rafli terlihat sama-sama malu.
Gilang         : “Cieeee... pipi Marsha merah tuh, kayak tomat. Hahaha..”. (Ledek Gilang)
Marsha         : “Udah ah, gak lucu tahu”
Gilang         : “Oke.. oke..!! Oh iya, denger-denger sih siswa barunya cewek, tapi gue gak tau tuh cewek cantik atau gimana”
Chindai         : “Eh guys!! Bu guru datang tuh!”
            Semua siswa pun bergegas menuju tempat mereka masing-masing.
Bu Guru     : “Selamat pagi anak-anak!”
Semua        : “Pagi bu!”. (Jawab siswa-siswi dengan serempak)
Bu Guru     : “Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswa baru pindahan dari Amsterdam, Belanda. Ayo nak perkenalkan dirimu”
Chelsea         : “Assalamu’alaikum wr.wb.!!! Perkenalkan nama saya Chelsea Terriyanto, saya pindahan dari Amsterdam, Terima kasih!!!”. (Ucap Chelsea dengan rama)
Semua laki-laki yang ada di kelas itu langsung terpana melihat kecantikan Chelsea, termasuk Bagas. Chindai yang mengetahui hal itu, merasa khawatir, takut pabila Bagas berpaling ke lain hati.
Bu Guru       : “Chelsea.... silahkan duduk di samping Bagas!”. (Perintah bu guru sambil menunjuk ke arah Bagas)
Chelsea            : “Baik bu”
Bagas            : “Hai Chelsea cantik..!!”
Chelsea            : “Hai Bagas”
Chelsea            : “Ehmm.... mulai deh”. (Ucap Chindai dengan cemberut)
Bagas            : “Nggak kok beb”
            Chelsea hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Bagas. Tetapi ada rasa aneh yang tiba-tiba Chelsea rasakan, begitu pun dengan Bagas.
            Pelajaran pun dimulai, tak terasa pelajaran pun berlalu, semua siswa bergegas keluar kelas menuju ke kantin kecuali 5 sahabat dan Chelsea. Mereka pun saling berkenalan.
5 sahabat       : “Hai Chels.... ke kantin bareng yuk!!”
Chelsea         : “Emang boleh ya aku gabung bareng kalian”
Bagas               : “Ya boleh dong”. (Jawab Bagas dengan tampan menggoda)
Marsha            : “Yeee... Bagas naksir ya sama Chelsea? Mau lo bawa kemana si Chindai, Gas.”
Bagas            : “Nggak kok!!”
Marsha            : “Udah yuk, kita ke kantin, udah laper nih”
Rafli & Gilang : “Iya nih, perut gue udah berkokok nih”
            Mereka semua pun menuju ke kantin. Setelah makan, mereka pun masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Pelajaran pun berlangsung, tak terasa bel pulang pun berbunyi, semua siswa bergegas pulang menuju ke rumahnya masing-masing.

***

            Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu. Bagas semakin yakin dengan perasaannya bahwa dirinya kini menyukai Chelsea. Tetapi di sisi lain, Bagas takut mengungkapkannya kepada Chelsea, karena dirinya juga masih terikat hubungan dengan Chindai. Berbeda dengan Bagas, Chindai semakin hari semakin membenci Chelsea. Semua sahabatnya sampai-sampai bingung bagaimana cara menyelasaikan permasalahan yang timbul dipersahabatan mereka.
Chindai            : “Bagas... apa kamu suka sama Chelsea? Chelsea.... gue gak suka sama lo, Bagas jadi berubah semenjak lo hadir di tengah-tengah persahabatan gue dan yang lainnya. Gue benci lo Chels”. (Ucap Chindai dalam hati, kemudian menatap Chelsea dengan tatapan benci)
Gilang           : “Ndai.... lo kenapa sih? Kayaknya lo benci banget sama Chelsea”
Chindai            : “Iya gue emang benci sama Chelsea, kayaknya Chelsea suka sama Bagas, Bagas juga semenjak kenal dengan Chelsea dia tuh berubah banget. Setiap gue minta Bagas buat nemenin gue, Bagas selalu saja punya banyak alasan. Dan lebih parahnya lagi, itu semua karena dia janjian sama Chelsea”
Gilang           : “Ndai... coba lo lihat gue, gue uh sayang sama lo, jauh sebelum Bagas datang dikehidupan lo. Tapi kenapa yang ada di pikiran lo itu Bagas terus. Ndai... kapan lo balas cinta gue? Sedangkan Bagas, dia lebih mencintai wanita lain, dia udah ngekhianatin lo Ndai...”
            Tanpa sadar, mata Chindai mengeluarkan bulir-bulir air dari pelupuk matanya.
Chindai            : “Ya Allah..... kenapa aku gak bisa membalas perasaan Gilang??”. (Gumam Chindai dalam hati)
            Di sisi lain Bagas dan Chelsea yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa tersenyum miris.
Bagas            : “Chels... mungkin ini sudah saatnya kita beritahu Chindai yang sebenarnya”
Chelsea            : “Tapi Gas... aku takut, kalo Chindai tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya”
Bagas            : “Cepat atau lambat Chindai pasti akan tahu semuanya”. (Ucap Bagas meyakinkan, Chelsea hanya mengangguk, berarti tand setuju, kemudian menghampiri Chindai dan Gilang)
Bagas            : “Chindai..... maafin gue selama ini”
Chindai            : “Bagas.... maksud kamu apa??”. (Ucap Chindai yang hendak menghampiri Bagas lalu menatap Chelsea dengan tatapan benci)

Bagas            : “Stop Chindai... sebenarnya gue datang kesini, gue mau ngomong hal penting. Bener yang Gilang katakan Ndai... gue itu gak pantas buat lo, gue gak bisa gini terus. Mendingn hubungan ini kita akhiri saja”
Chindai            : “Apa ini semua karena Chelsea, Bagas?”. (Sambil tersenyum sinis)
            Chelsea yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecut.
Bagas            : “Ya benar... gue suka sama Chelsea, begitupun dengan Chelsea, dia juga mencitai aku dan itu semua sudah berlangsung lama. Hanya saja, kami menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepada kamu Ndai...”
Chindai            : “Hahahaha... sudah gue duga. Dasar pengkhianat lo”. (Bentak Chindai, kemudian menunjuk Chelsea)
Chelsea            : “Tapi....”
Chindai            : “Ngapain lo jawab? Gue gak minta lo buat ngejawab!”. (Bentak Chindai lagi, sampai-sampai Chelsea kaget dan mengeluarkan air matanya. Chelsea tidak menyangka bahwa Chindai akan semarah ini)
Bagas            : “Cukup Ndai... lihat di sana!!! Di sana ada Gilang yang sangat bahkan sangat-sangat mencintai lo dibanding gue Ndai...”. (Ucap Bagas sambil menunjuk ke arah Gilang)
            Sejenak Chindai menatap Gilang.
Bagas            : “Satu lagi Ndai... maafin gue, sebenarnya gue sama Chelsea udah pacaran 2 bulan terakhir ini”. (Ucap Bagas kemudian menatap Chelsea. Chelsea hanya tersenyum)
Chelsea            : “Maafin kita Ndai... bukankah perasaan yang hanya dipaksa akan jadi tidak baik”
Chindai            : “Lo berdua jahat... (Kemudian berlari ke Gilang) Gilang... maafin gue, gue udah nyia-nyiain lo”
Gilang           : “Ya Ndai.. gue maafin lo, asal lo janji lo gak akan membenci Bagas ataupun Chelsea”
Chindai            : “Tapi....”
Gilang           : “Sudahlah Ndai, gak baik menyimpan dendam”
            Chindai kemudian mengangguk kemudian tersenyum. Bagas, Chelsea, Chindai, dan Gilang lalu berpelukan, sebagai tanda damai.
            Dan akhirnya Chelsea dan Bagas pun menjalin hubungan, tanpa merasa bersalah lagi kepada Chindai. Dan kini Chindai sudah bisa menerima kenyataan, dan menjalin hubungan dengan Gilang.




***END***







Solusi Menghadapi Gerakan Syiah




SOLUSI MENGHADAPI GERAKAN SYIAH
M
asyarakat Islam di Indonesia akhir-akhir ini menyaksikan upaya-upaya penyebaran ajaran Syiah ke tengah-tengah masyarakatyang begitu gencar. Ajaran-ajaran tersebut telah dibahas dan diselidiki oleh para ulama termasuk MUI, sehingga terbitlah fatwa tentang kesesatan ajaran Syiah ini, sehingga perlu diwaspadai (sesuai rekomendasi MUI 1984), agar tidak merusak akidah masyarakat yang akan berakibat fatal di dunia apalagi di akhirat.
Juga Musyawarah Forum Ulama Umat Indonesia di Bandung tgl. 22 April 2012, diantara rekomendasinya menyebutkan: Membuat Gerakan Aksi Damai “Indonesia Tanpa Syiah”. Oleh LPPI Makassa, kedua rekomendasi ini digabungkan menjadi “Gerakan Aksi Damai: Indonesia Mewaspadai Syiah, Menuju Indonesia Tanpa Pengaruh Syiah” dengan menyebut alasan-alasan pentingnya menhghadapi gerakan Syiah dan program-program pokok yang harus dilaksanakan sebagai solusinya
            Yang sangat disyukuri karena Anre Gurutta H.M. Sanusi Baco sebagai ketua MUI Sulsel serta Bapak H.M. Amin Syam, mantan Gubernur Sulsel, selaku Ketua Dewan Masjid Sulsel telah menandatangani rumusan ini sebagai dukungan dan persetujuan, sehingga seluruh komponen masyarakat Islam di Sulsel tidak perlu ragu untuk ikut pro aktif dalam gerakan ini dengan cara: turut mensosialisasikannya dan membantu dengan tenaga, dana, dan pikiran demi suksesnya program tersebut.
            Semoga Allah merahmati, memberkati, serta meridhai usaha kita bersama, sesuai janji-Nya, ”Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad:7).




Langkah-Langkah Menghadapi Gerakan Syiah
1.       Pentingnya segera menghadapi gerakan Syiah, karena :
a.   Di antara ajaran-ajaran Syiah (Imamiah) adalah: a) Menganggap Abu Bakar dan Umar telah merampas jabatan Khalifah dari pemiliknya yang   sah yaitu Ali bin Abi Thalib. Oleh karena itu mereka memakai dan melaknat kedua beliau tersebut. b) Mereka memberikan kedudukankepada Ali sebagai perantara antara manusia dengan Tuhan. c) Bahkan ada yang berpendapat bahwa ali dan imam-imam yang lain memiliki sifat-sifat ketuhanan. d) Mereka percaya ahwa imam itu ma’shum alias terjaga dari segala kesalahan besar atau kecil. e) mereka tidak mengakui adanya ijma’ kecuali apabila ijma’ itu direstui imam. f) Mereka menghalalkan nikah mut’ah yaitu nikah yang yang sementara waktu, misalnya satu hari, satu minggu, atau satu bulan. g) Mereka berkeyakinan bahwa imam-imam yang sudah meninggal akan kembali ke dunia pada akhir zaman untuk memerantas segala perbuatan dan menghukum lawan-lawan golongan Syiah. Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. (Edaran Depag No: D/BA.01/4865/1983).
b.   Rekomendasi MUI: Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syiah dan Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tersebut di  atas, terutama mengenai perbedaan tentang ‘Imamah’ (pemerintahan), Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syiah. (Kumpulan Fatwa MUI, Jakarta 7 Maret 1984, hal 48-49).
c.    Mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut Faham Sunnih (Ahlussunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak Faham Syiah secara umum dan ajaran tentang nikah mut’ah secara khusus. (Fatwa MUI, Nikah Mut’ah, Jakarta 25 Oktober 1997,hal. 350-55).
d.   Ajaran Syiah (khususnya Imamiah Itsna Asyariah atau yang menggunakan nama samaran Madzahab Ahlul Bait) dan semisalnya, adalah sesat dan menyesatkan. (Fatwa MUI Jartim, No: Kep-01/Skf-MUI/JTM/2012, hal. 15).
e.    Aliran Syiah Imamiah, Ja’fariyah, Itsna Asyariyah, Mazhab Ahlul Bait telah melanggar dan mengamalkan sepuluh kriteria aliran sesat yang ditetapkan MUI. (Musyawarah Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura di Gedung Islamic Centre Pemekasan, Selasa 3 Januari 2012).
f.     Setelah peristiwa sampang akhir tahun 2012, PP Muhammadiah, lewat sidang plenonya menyatakan sikap terhadap kelompok Syiah, yaitu: a) Muhammadiah meyakini hanya Nabi Muhammad saw. Yang ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiah menolak konsep kesucian imam-imam (‘Ismatulaimmah) dalam ajaran Syiah; b) Muhammadiah meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. Tidak menunjuk siapapun pengganti beliau sebagai khalifah. Jadi kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usmann dan Ali Radiallhu ‘anhum adalah sah. Oleh sebab itu, Muhammadiah menolak konsep rafidah-nya Syiah; c) Muhammadiah menghormati  Ali bin Abi Thalib sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiah menolakkultus individu terhadap Ali bin Abi Thalib dan keturunannya; Syiah hanya menerima hadist dari jalur Ahlul Bait, ini berakibat ribuan hadist shahih, walaupun riwayat Bukhari dan Muslim ditolak oleh Syiah. Dengan demikian banyak sekali perbedaan antara Syiah dan Ahlussunnah, baik masalah akidah, ibadah, munakahat, dan lainnya. Oleh karena itu umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiah pada khususnya agar mewaspadai ajaran Syiah tersebut. Di samping itu realitas, fakta dan kenyataan menunjukkan kepada kita dimana suatu negara yang ada (dimasuki, pen) kelompok Syiah, hampir dapat dipastikan akan terjadin konflikhorizontal. Hal tersebut harus menjadi perhatian kita semua jika kita ingin NKRI tetap utuh dan ukhuwah Islamiah tetap terjaga. (Prof. Dr. Yunahar Ilyas, ketua PP Muhammadiah, Majelis Tarjih MTDK, Majalah Tablig hal. 5 Edisi No. 7/IX/Jumadil Akhir 1433 H).
g.   Keputusan Muktamar Doha tentang dialog antara mazhab-mazhab Islam pada tgl. 20-22 Januari 2007 antara lain (butir ketujuh): “Mengajak para pemimpin dan tokoh rujukan agama dari kalangan Sunnah dan Syiah agar tidak mengizinkan adanya penyebaran tasyayyu’ (paham-paham Syiah) di negeri-negeri (penganut aliran) Sunnah, tidak juga penyebaran tasannun (paham-paham khas Sunnah) di negeri-negeri (penganut aliran) Syiah, demi menghindari kekacauan dan perpecahan antara putra-putri umat yang satu  (umat Islam)”.(M. Quraish Shihab,.”Sunni-Syiah Bergandengan Tangan Mungkinkah ?” 2007. Jakarta, Lentera hati, hal. 268).
h.   Rekomendasi Komisi Taktis Musyawarah Forum Ulama Umat Islam: Point 2.c. Mmbuat Gerakan Aksi Damai. “Indonesia Tanpa Syiah”. (Kesimpulan Musyawarah FUUI ke-2 di Bandung, 22 April 2012).
i.     KH. Hasyim Asy’ari menyebutkan keterangan bahwa:
“Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabat dicaci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat, dan semua orang.” (Muqaddimah Asasi Nahdathul Ulama hal. 26); Maka barangsiapa yang mencela sahabatmaka atasnyalah laknat Allah, Malaikat, dan seluruh manusia, (bahkan) Allah tidak menerima ibadah mereka baik wajib maupun sunah. (Risalah Ahlussunnah wal Jamaah hal. 11); Akan datang orang akhir zaman orang yang mencela-cela Nabi Sallallahu’ Alaihi Wasallam, maka janganlah mensalatkan atau mendoakan mereka, jangan salat bersama mereka, jangan kawin mawin dengan mereka, jangan duduk dengan mereka, dan jangan menjenguk mereka jika sakit. (Risalah Ahlussunnah wal Jamaah hal. 11); Barang siapa yang mencela-cela Sahabat Nabi Sallallahu’ Alaihi Wasallam, maka pukullah dia. (Risalah Ahlussunnah wal Jamaah hal. 11)
j)     Muh. Natsir berkata:
Kalau perkembangan sudah demikian (pengaruh ajaran sesat dari Syiah, pen), apakah para alim ulama kita di Indonesia bisa mendiamkan saja? Tidak bisa dan tidak boleh! Mereka, alim ulama adalah sebagaimana yang dilukiskan dalam Al-Quran, yakni satu golongan yang fungsinya memperdalami ilmu agama dan memberi peringatan kpada kaum mereka bila mereka kembali, agar mereka ini senantiasa waspada. Ini tugas alim ulama.

2.       Mensosialisasikan Gerakan Aksi Damai: “Indonesia mewaspadai Syiah Menuju Indonesia             Tanpa Syiah”.
3.             Program Utama:
a.   Menyebarluaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dengan pengertian yang luas dan mendorong umat untuk lebih mencintai Ahlul Bait dan sahabat Radiallahu ‘Anhum, serta meneladani mereka dalam pemahaman dan pengamalan Islam yang sebenarnya.
b.   Mngantisipasi penybaran ajaran Syiah dengan memberi pencerahan kepada masyarakat tentang kesesatan ajaran tersebut.
c.    Menyadarkan orang-orang yang sudah terpengaruh ajaran sesat ini agar kembali keajaran yang benar (yaitu Islam dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jma’ah).
d.   Membina hubungan ukhuwah dan komunikasi antar pecinta Ahlul Bait dan sahabat dalam rangka ta’awun ‘alal birri wat taqwa.
e.    Mengadakan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, pemerintah, dan swasta tentang fatwa ulama mengenai ajaran Syiah dan bahayanya.
f.     Memohon kepada pemerintah daerah dan DPR agar mengeluarkan Surat Edaran Resmi Pelarangan Ajaran Syiah, termasuk kegiatan dan penyebarannya di Indonesia.
g.      Membentuk Forum bersama Ittiba’ Jalaan Ahlul Bait dan Sahabat (Forbes Ijabisah).