Minggu, 31 Januari 2016

Cerbung "Cinta yang Mendua"



Cinta yang Mendua
Karya : Elsa A.

            Di kota Jakarta terdapat sebuah sekolah yang bisa dikatakan Go Internasional, SMA High School. Di sekolah tersebut terjalinlah persahabatan antara siswanya, Bagas, Chindai, Gilang, Marsha, dan Rafli. Namun semuanya berubah setelah kedatangan Chelsea, yang menjadi awal renggangnya persahabatan mereka. Dalam perhabatan tersebut timbul pengkhianatan dari Bagas dan Chelsea yang telah mengkhianati Chindai. Bagas dan Chindai adalah sepasang kekasih sekaligus menjadi salah satu sahabatnya. Namun akhirnya harus berpisah.
Bagas          : “Assalamu’alaikum semuanya...............”. (Teriak Bagas saat memasuki kelasnya)
Sahabat       : “Waalaikum salam......”
Rafli            : “Cieeee.... tumben tuh datang sekolah pagi banget, happynya pakek banget lagi, gak kayak biasanya”
Bagas          : “Yeeee.... masalah gitu buat lo??”
Marsha       : “Yeee.... orang lagi serius, eh jawabnya gitu amat”. (Dengan tampan cemberut)
Bagas          : “Kok lo yang sewot sih Sha”
Chindai       : “Kayak gak tahu aja lo Gas!”
                               Marsha langsung memasang mimik wajah galak dengan tatapan tajam ke arah Chindai. Chindai yang melihat mimik wajah Marsha hanya bisa nyengir.
Sahabat       : “Heran gue!!!”
            Tiba-tiba mereka semua dikagetkan oleh kedatangan Gilang, sang ketua kelas yang juga mencintai seorang Chindai Rianti, yang merupakan kekasih dari Bagas Rahman.
Gilang         : “Assalamu’alaikum teman-teman”. (Datang dengan ngos-ngosan)
Sahabat       : “Waalaikum salam wr.wb.!! Lo kenapa Lang?? Kok datang kayak orang dikejar anjing sih??”
Gilang         : “Ada info baru guys!!”
Marsha       : “Apa.. apa..??” (Tanya Marsha dengan antusias)
Gilang         : “Tadi gue lewat depan ruang guru, gak sengaja gue denger katanya nanti ada siswa baru di kelas kita”. (Jawab Gilang yang masih ngos-ngosan)
Bagas          : “Cewek apa cowok?? Kalo cewek cantik kagak?”. (Tanya Bagas dengan bertubi-tubi)
Chindai         : “Bagas.......!!”. ( Teriak Chindai, Bagas hanya nyengir)
Sahabat       : “Hahahahahah.......”
Rafli            : “Makanya Gas jadi orang jangan playboy. Kayak gue dong setia”. (Jelas Rafli dengan pede)
Bagas          : “Emang lo punya pacar?? Hahaha...”. (Ledek Bagas)
Sahabat       : “Hahahahahaha...........”
Chindai         : “Makanya buruan tembak Marsha, ntar diambil orang loh. Hahaha”
            Marsha dan Rafli terlihat sama-sama malu.
Gilang         : “Cieeee... pipi Marsha merah tuh, kayak tomat. Hahaha..”. (Ledek Gilang)
Marsha         : “Udah ah, gak lucu tahu”
Gilang         : “Oke.. oke..!! Oh iya, denger-denger sih siswa barunya cewek, tapi gue gak tau tuh cewek cantik atau gimana”
Chindai         : “Eh guys!! Bu guru datang tuh!”
            Semua siswa pun bergegas menuju tempat mereka masing-masing.
Bu Guru     : “Selamat pagi anak-anak!”
Semua        : “Pagi bu!”. (Jawab siswa-siswi dengan serempak)
Bu Guru     : “Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswa baru pindahan dari Amsterdam, Belanda. Ayo nak perkenalkan dirimu”
Chelsea         : “Assalamu’alaikum wr.wb.!!! Perkenalkan nama saya Chelsea Terriyanto, saya pindahan dari Amsterdam, Terima kasih!!!”. (Ucap Chelsea dengan rama)
Semua laki-laki yang ada di kelas itu langsung terpana melihat kecantikan Chelsea, termasuk Bagas. Chindai yang mengetahui hal itu, merasa khawatir, takut pabila Bagas berpaling ke lain hati.
Bu Guru       : “Chelsea.... silahkan duduk di samping Bagas!”. (Perintah bu guru sambil menunjuk ke arah Bagas)
Chelsea            : “Baik bu”
Bagas            : “Hai Chelsea cantik..!!”
Chelsea            : “Hai Bagas”
Chelsea            : “Ehmm.... mulai deh”. (Ucap Chindai dengan cemberut)
Bagas            : “Nggak kok beb”
            Chelsea hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Bagas. Tetapi ada rasa aneh yang tiba-tiba Chelsea rasakan, begitu pun dengan Bagas.
            Pelajaran pun dimulai, tak terasa pelajaran pun berlalu, semua siswa bergegas keluar kelas menuju ke kantin kecuali 5 sahabat dan Chelsea. Mereka pun saling berkenalan.
5 sahabat       : “Hai Chels.... ke kantin bareng yuk!!”
Chelsea         : “Emang boleh ya aku gabung bareng kalian”
Bagas               : “Ya boleh dong”. (Jawab Bagas dengan tampan menggoda)
Marsha            : “Yeee... Bagas naksir ya sama Chelsea? Mau lo bawa kemana si Chindai, Gas.”
Bagas            : “Nggak kok!!”
Marsha            : “Udah yuk, kita ke kantin, udah laper nih”
Rafli & Gilang : “Iya nih, perut gue udah berkokok nih”
            Mereka semua pun menuju ke kantin. Setelah makan, mereka pun masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Pelajaran pun berlangsung, tak terasa bel pulang pun berbunyi, semua siswa bergegas pulang menuju ke rumahnya masing-masing.

***

            Hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu. Bagas semakin yakin dengan perasaannya bahwa dirinya kini menyukai Chelsea. Tetapi di sisi lain, Bagas takut mengungkapkannya kepada Chelsea, karena dirinya juga masih terikat hubungan dengan Chindai. Berbeda dengan Bagas, Chindai semakin hari semakin membenci Chelsea. Semua sahabatnya sampai-sampai bingung bagaimana cara menyelasaikan permasalahan yang timbul dipersahabatan mereka.
Chindai            : “Bagas... apa kamu suka sama Chelsea? Chelsea.... gue gak suka sama lo, Bagas jadi berubah semenjak lo hadir di tengah-tengah persahabatan gue dan yang lainnya. Gue benci lo Chels”. (Ucap Chindai dalam hati, kemudian menatap Chelsea dengan tatapan benci)
Gilang           : “Ndai.... lo kenapa sih? Kayaknya lo benci banget sama Chelsea”
Chindai            : “Iya gue emang benci sama Chelsea, kayaknya Chelsea suka sama Bagas, Bagas juga semenjak kenal dengan Chelsea dia tuh berubah banget. Setiap gue minta Bagas buat nemenin gue, Bagas selalu saja punya banyak alasan. Dan lebih parahnya lagi, itu semua karena dia janjian sama Chelsea”
Gilang           : “Ndai... coba lo lihat gue, gue uh sayang sama lo, jauh sebelum Bagas datang dikehidupan lo. Tapi kenapa yang ada di pikiran lo itu Bagas terus. Ndai... kapan lo balas cinta gue? Sedangkan Bagas, dia lebih mencintai wanita lain, dia udah ngekhianatin lo Ndai...”
            Tanpa sadar, mata Chindai mengeluarkan bulir-bulir air dari pelupuk matanya.
Chindai            : “Ya Allah..... kenapa aku gak bisa membalas perasaan Gilang??”. (Gumam Chindai dalam hati)
            Di sisi lain Bagas dan Chelsea yang menyaksikan adegan tersebut hanya bisa tersenyum miris.
Bagas            : “Chels... mungkin ini sudah saatnya kita beritahu Chindai yang sebenarnya”
Chelsea            : “Tapi Gas... aku takut, kalo Chindai tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya”
Bagas            : “Cepat atau lambat Chindai pasti akan tahu semuanya”. (Ucap Bagas meyakinkan, Chelsea hanya mengangguk, berarti tand setuju, kemudian menghampiri Chindai dan Gilang)
Bagas            : “Chindai..... maafin gue selama ini”
Chindai            : “Bagas.... maksud kamu apa??”. (Ucap Chindai yang hendak menghampiri Bagas lalu menatap Chelsea dengan tatapan benci)

Bagas            : “Stop Chindai... sebenarnya gue datang kesini, gue mau ngomong hal penting. Bener yang Gilang katakan Ndai... gue itu gak pantas buat lo, gue gak bisa gini terus. Mendingn hubungan ini kita akhiri saja”
Chindai            : “Apa ini semua karena Chelsea, Bagas?”. (Sambil tersenyum sinis)
            Chelsea yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecut.
Bagas            : “Ya benar... gue suka sama Chelsea, begitupun dengan Chelsea, dia juga mencitai aku dan itu semua sudah berlangsung lama. Hanya saja, kami menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepada kamu Ndai...”
Chindai            : “Hahahaha... sudah gue duga. Dasar pengkhianat lo”. (Bentak Chindai, kemudian menunjuk Chelsea)
Chelsea            : “Tapi....”
Chindai            : “Ngapain lo jawab? Gue gak minta lo buat ngejawab!”. (Bentak Chindai lagi, sampai-sampai Chelsea kaget dan mengeluarkan air matanya. Chelsea tidak menyangka bahwa Chindai akan semarah ini)
Bagas            : “Cukup Ndai... lihat di sana!!! Di sana ada Gilang yang sangat bahkan sangat-sangat mencintai lo dibanding gue Ndai...”. (Ucap Bagas sambil menunjuk ke arah Gilang)
            Sejenak Chindai menatap Gilang.
Bagas            : “Satu lagi Ndai... maafin gue, sebenarnya gue sama Chelsea udah pacaran 2 bulan terakhir ini”. (Ucap Bagas kemudian menatap Chelsea. Chelsea hanya tersenyum)
Chelsea            : “Maafin kita Ndai... bukankah perasaan yang hanya dipaksa akan jadi tidak baik”
Chindai            : “Lo berdua jahat... (Kemudian berlari ke Gilang) Gilang... maafin gue, gue udah nyia-nyiain lo”
Gilang           : “Ya Ndai.. gue maafin lo, asal lo janji lo gak akan membenci Bagas ataupun Chelsea”
Chindai            : “Tapi....”
Gilang           : “Sudahlah Ndai, gak baik menyimpan dendam”
            Chindai kemudian mengangguk kemudian tersenyum. Bagas, Chelsea, Chindai, dan Gilang lalu berpelukan, sebagai tanda damai.
            Dan akhirnya Chelsea dan Bagas pun menjalin hubungan, tanpa merasa bersalah lagi kepada Chindai. Dan kini Chindai sudah bisa menerima kenyataan, dan menjalin hubungan dengan Gilang.




***END***







Tidak ada komentar:

Posting Komentar